Cara Mengubur Mayat di Kuburan Berair

CARA MEMAKAMKAN DI KUBURAN BERAIR (PP. Lirboyo Induk)

Deskripsi masalah :

“Tanah berkah” itulah sebutan desa SugihWaras, bagaimana tidak?, di musim kemarau tanah desa tersebut Nampak selalu segar & setiap kali musim hujan turun, tanah akan mengeluarkan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun munculah sebuah polemik ketika di musim hujan, ada penduduk daerah setempat yang meninggal dunia. Mengingat tanah selalu mengeluarkan air maka masyarakat setempat berinisiatif menyedot air, lalu mayat segera dimasukan tanpa peti di liang kubur sebelum air memenuhi kembali liang kubur tersebut, akibatnya pemakaman menjadi tertunda selama beberapa saat.

Pertimbangan : Di dalam kitab turats dijelaskan bahwa opsi pengkuburan mayit di tanah basah adalah mengkubur dengan memakai peti, atau memindah di tanah yang kering. @ Jarak antara kuburan daerah tersebut dengan daerah lain yang kering terlampau jauh.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana hukum menguburkan mayat sebagaimana deskripsi di atas?
  2. Jika tidak boleh, berapakah batasan jarak kewajiban memindah mayit di daerah lain ketika tidak memungkinkan dimakamkan di daerah setempat ?

Jawaban :

  1. Haram karena bisa merusak kehormatan mayit. Solusinya : @ Memakamkan dengan memakai peti atau sejenisnya; atau Dipindah ketempat yang kering
  2. Tidak dibatasi jarak namun disyaratkan dimakamkan di tempat yang aman, kering dan yang terdekat sekira diprediksi kondisi jenazah tidak berubah (seperti ; membengkak, membusuk dll).

Referensi Jawaban 1 :

1. Mauhibah Dzil fadl, Juz 3 hal.194 2. Fath al Mu’in hal. 116 3. Hawasyi As-Syarwani, Juz 9 hal. 141 4. Tuhfatul Muhtaj, Juz 3 hal. 203 5. Hasyiyah jamal, Juz 7 hal. 183.

Referensi Jawaban 2 :

1. Tuhfatul Muhtaj, Juz 3 hal. 203 2. Tuhfatul Muhtaj, Juz 11 hal. 417 3. Tuhfatul Muhtaj, Juz 3 hal. 171 4. Nihayatul Muhtaj, Juz 3 hal. 37 dll.

HASIL KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL FMPP SE-JAWA MADURA XXXI Di Pondok Pesantren Salaf Sulaiman Trenggalek Jawa Timur 18-19 Oktober 2017 M/ 28-29 Muharram 1439 H.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *